Sinopsis Buku
Bagi seorang pemuda kampung, terperangkap dalam hiruk-pikuk metropolitan kota adalah sesuatu yang tidak pernah diharapkan. Baginya, kota besar adalah rimba yang asing, sangat kontras dengan kedamaian desanya yang ayem tentrem. Namun, hidup punya caranya sendiri untuk bercanda. Lewat rentetan kegagalan dan nasib yang ia sebut “apes”, akhirnya ia terpaksa menginjakkan kaki di ibu kota untuk sebuah pembuktian diri.
Di kota besar, ia tidak hanya belajar di bangku kuliah. Ia belajar bertahan hidup di kamar kos yang sempit, menghadapi kerasnya suasana kota, hingga memahami politik pertemanan yang penuh liku. Namun di balik setiap langkahnya, ada doa tulus seorang ibu di kampung halaman yang menjadi kompas saat ia nyaris kehilangan arah.
Kisah dalam buku ini bukan sekadar cerita pengembaraan hidup, melainkan kisah tentang menemukan jati diri di tengah keramaian, tentang melepaskan ambisi untuk memeluk ketenangan. Akankah ia menemukan jawaban atas pertanyaannya, atau justru ia akan selamanya menjadi “pendatang baru” di dunianya sendiri?





