Sinopsis Buku
Buku ini bukanlah bacaan manis yang menjanjikan bahwa semuanya akan selalu baik-baik saja. Mengambil kisah Ayub—seorang tokoh yang hancur di atas abu akibat penderitaan ekstrem—buku ini menolak segala bentuk romantisasi agama dan penghakiman kosong yang kerap dilontarkan kepada mereka yang sedang terluka.
Dengan gaya penulisan yang jujur dan berani, Joy Maranatha Tarigan mempertemukan keteguhan radikal Ayub dengan pandangan etika utilitarianisme milik Peter Singer yang dingin. Pembaca diajak menjelajahi ruang dialog yang menggelisahkan antara misteri keheningan Tuhan, batasan otonomi tubuh manusia, hingga pergulatan batin di ambang pilihan antara bertahan hidup atau mengakhiri penderitaan.
Bersiaplah menanggalkan kesombongan intelektual, melepas topeng kepalsuan, dan duduk di atas tanah yang kotor untuk memahami arti kerapuhan manusia. Sebuah refleksi tajam bagi siapa pun yang berani menatap penderitaan tanpa berpaling.





