Sinopsis Buku
Buku ini lahir bukan dari ruang kuliah. Buku ini lahir dari tawa para nelayan, dari percakapan di bawah lampu petromaks, dari diam panjang ketika laut sedang marah. Tulisan yang tumbuh, ditulis oleh tangan-tangan yang mengkerut akibat basahnya air garam, dari mata yang menatap cakrawala tanpa tahu dengan pasti apa yang menunggu dibaliknya, dari tubuh yang terombang-ambing oleh ombak, diatas sampan kayu tak berlayar. Setiap teguk sageru, setiap percakapan sederhana di ujung dermaga, perlahan menjelma menjadi catatan kecil tentang kemanusiaan yang sederhana tapi dalam.
“Hikayat Masyarakat Pesisir” bukanlah catatan ilmiah, bukan pula tulisan akademik yang biasa dijadikan tolak ukur keilmuan formal. Ia lebih menyerupai cerita, sindiran, atau catatan hati, sebuah upaya sederhana untuk memahami manusia yang hidup diantara pasir dan garam.





