Sinopsis Buku
Purwokerto bukan sekadar titik di peta, melainkan sebuah rasa yang hidup dalam ingatan. Dalam buku ini, Yanuar Abdillah Setiadi menghadirkan sketsa kehidupan Kota Satria yang autentik, kritis, sekaligus jenaka.
Melalui kumpulan tulisan yang “renyah” ini, pembaca diajak berkelana menyusuri sudut-sudut kota: meresapi kehangatan budaya Banyumasan, mendengar logat ngapak yang khas, mencicipi kulinernya, hingga menyelami dinamika kehidupan kampus dan permasalahannya. Yanuar tidak hanya memotret keindahan, tetapi juga menyelisik realitas sosial dengan kacamata anak muda yang solutif dan penuh harap.
Seperti yang diungkapkan para tokoh dalam buku ini, membaca Wajah Purwokerto rasanya seperti pulang ke rumah. Deskripsinya yang kuat akan membawamu seolah berjalan kaki menikmati hiruk pikuk kota, menanam mimpi di “ladang subur” ini, serta merayakan segala cinta dan duka yang membentuk wajah asli Purwokerto. Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang hatinya pernah tertinggal di Banyumas.





