TERUSIR JARAK TAK TERUSIR RINDU

Penulis : Gusti Anggara
Kategori : Kumpulan esai
Penerbit : Kolofon
Dimensi : 13 x 19 cm

Sinopsis Buku

“Lajukelah, jauh dari nyawo.”
Majulah, Nak. Dan pulanglah.
Pulang ke Ogan Komering Ulu, ke Baturaja — menyusuri arus Sungai Ogan, menapak jejak purba di gua-gua bukit kapur Padang Bindu, hingga merenungi debu putih pabrik semen yang telah berdiri selama empat dekade. Jilid keempat sekaligus penutup dari seri esai memoar Menyalakan yang Jauh karya Gusti Prasetyo Rendy Anggara ini adalah sebuah surat cinta yang panjang, jujur, sekaligus penuh kegetiran bagi tanah kelahiran.
Ditulis dari sudut pandang seorang anak rantau yang kini mengepalai PLTU terbesar di tanah halamannya, buku ini merekam berbagai ironi harian: dari jalan tol yang melewatkan Baturaja, nasib buah duku dan durian yang kerap berakhir sebagai duka saat panen raya, terkikisnya bahasa daerah yang hampir hilang, hingga beratnya arti sebuah perpisahan di terminal bus tua.
Ditutup dengan kenangan mendalam tentang kalimat seorang bapak yang diwariskan dari generasinya ke generasi berikutnya, Terusir Jarak, Tak Terusir Rindu adalah pengingat bahwa hidup, bangsa, dan mesin pada akhirnya bermuara pada satu cerita yang sama: tentang berani melangkah jauh, tanpa pernah kehilangan arah pulang.