Sinopsis Buku
Dalam buku ini, terangkum segala kepedihan, penyesalan, dan pengakuan pahit dari seseorang yang dipaksa hancur berkali-kali oleh “rumah” yang ia puja. Ia tahu dirinya hanya seorang ‘penghibur’. Ia tahu ia telah dikhianati berkali-kali. Namun, ia tak sanggup untuk tidak mencintai Adira, sosok yang menjadi semesta sekaligus petaka abadi.
Ini adalah kumpulan luapan emosi mentah yang jujur, ditulis hanya “agar kepalaku lega”. Dari patahnya sayap kupu-kupu dalam perut hingga janji lara yang kekal—kisah cinta ini adalah penyakit yang paling sulit dimusnahkan.





