Sinopsis Buku
“Kewarasan ternyata menuntut harga yang tak masuk akal: memaafkan mereka yang tak pernah meminta maaf.”
Buku ini bukanlah sekadar kumpulan puisi, melainkan sebuah panggung teater psikologis yang merekam perebutan kendali di dalam satu tubuh. Di tengah riuh kekerasan domestik, benturan rumah tangga, dan trauma masa lalu yang dibungkam, seorang anak merangkak tumbuh di atas serpihan luka.
Namun, rasa sakit tidak selalu tinggal diam. Dari retakan tengkorak dan sunyi yang pekat, lahirlah Finley de Gramont—sebuah entitas gelap yang menolak iba, menuntut balas, dan siap mengambil alih kesadaran kapan pun dunia terlalu menyakitkan untuk ditanggung. Antara “Aku” yang berjuang merawat sisa kewarasan dan Finley yang menawarkan pelarian melalui kepedihan, naskah ini membongkar labirin pikiran seorang penyintas tanpa basa-basi.
Ditulis dengan jujur, sesak, dan telanjang, pengAKUan adalah kesaksian atas retakan jiwa yang mencoba utuh kembali. Sebuah karya yang menguji batas kewarasan dan mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, hidup hanya menyisakan dua pilihan: bertahan, dan bertahan





