NINE, INAQ, INE : Kualitas perempuan Sasak berdasarkan manuskrip Takepan Megantaka

Penulis : Lalu Agus Fathurrahman
Kategori : Nonfiksi
Penerbit : Kolofon
Halaman : 108
Dimensi : 13 x 19 cm

Sinopsis Buku

Bagaimana masyarakat Suku Sasak memandang, menempatkan, dan memuliakan perempuan dalam arsitektur peradaban mereka? Buku ini mengajak pembaca menembus lapis-lapis tradisi, teks lontar, dan warisan lisan yang selama ini jarang terungkap ke permukaan.

Melalui pembacaan yang mendalam terhadap manuskrip kuno Takepan Megantaka, L. Agus Fathurrahman membedah konsep filosofis Nine (sifat dasar feminitas dan kelembutan), Inaq (peran ibu sebagai pengelola rumah tangga dan pendidik pertama), hingga Ine (puncak ketauladanan, otoritas moral, dan kebijaksanaan publik yang melampaui batas gender). Penulis menunjukkan bahwa relasi antara laki-laki dan perempuan dalam tradisi Sasak berjalan secara setara di bawah mandat nilai budaya dan petunjuk ilahiah, jauh dari stigma subordinasi.

Perjalanan tragis sekaligus penuh keikhlasan Puteri Ambarasari dalam Megantaka dihadirkan bukan sekadar sebagai balada masa lalu, melainkan sebagai cermin pedagogis tentang bagaimana keteguhan iman, kasih sayang, dan kekuatan hati mampu meruntuhkan kezaliman. Buku ini juga merefleksikan kembali tradisi literasi pepaosan dan kearifan lokal Lombok sebagai fondasi mental untuk merawat identitas di tengah arus modernisasi.

Sebuah karya penting yang memperkaya khazanah kebudayaan Nusantara, sangat layak dibaca oleh akademisi, pemerhati budaya, serta siapa saja yang ingin mengenal jiwa dan peradaban Suku Sasak dari sudut pandang yang autentik.