DIKECEWAKAN TAPI TAK MENYERAH

Penulis : Gusti Anggara
Kategori : Kumpulan esai
Penerbit : Kolofon
Dimensi : 13x19 cm

Sinopsis Buku

“Untuk siapa pun yang masih repot-repot marah pada negerinya sendiri — tanda paling jujur bahwa ia belum menyerah.”

Dikecewakan, dikritik tajam, digelisahkan oleh realitas birokrasi, hingga disindir lewat metafora “Konoha” dan “Negara Weka Weka”—tetapi menolak untuk berhenti berharap. Buku kedua dari seri esai memoar Menyalakan yang Jauh karya Gusti Prasetyo Rendy Anggara ini menghadirkan dua puluh lima catatan satirik tentang bangsa. Ditulis bukan dengan benci, melainkan seperti orang menegur anaknya sendiri, buku ini memotret berbagai ironi harian: dari kartu nama yang penuh gelar, budaya antre, studi banding ke luar negeri, proyek mangkrak, hingga nasib guru honorer dan paradoks hidup di negeri yang kaya raya.

Dituturkan oleh seorang insinyur yang telah melihat dunia luar namun memilih untuk tetap pulang, Dikecewakan Tapi Tak Menyerah adalah sebuah pengingat bahwa kemarahan yang jujur adalah tanda cinta yang paling nyata. Sebuah bacaan esensial bagi siapa saja yang masih peduli dan menolak menyerah pada masa depan negeri ini.