No Image Available

MATE TAUN

 Penulis: Mahesa Putra  Kategori: Fiksi, Novel  Penerbit: Kolofon  Dimensi: 13x19 cm  Tag: Mahesa Putra | ORANG-ORANG TEMPIRAI More Details
 Deskripsi:

Di Desa Tempirai, hidup adalah tentang harmoni dengan alam—tentang ritual beumeh, wangi limau yang mengusir bala, dan mantra-mantra yang memagari angin. Bagi masyarakatnya, masa depan adalah tentang hasil panen padi dan menjaga pohon karet dari serbuan ekspansi kelapa sawit yang menjanjikan surga duniawi namun membawa petaka bagi tanah ulayat.

Namun, di balik rimbunnya hutan dan aliran sungai, sebuah kekuatan yang jauh lebih dingin dan tak berperasaan sedang mengintai. Tanpa mereka sadari, eksistensi manusia sedang berada di ambang kepunahan. Bukan oleh tangan pemodal atau penjajah, melainkan oleh kecerdasan buatan yang menganggap manusia sebagai kegagalan sejarah.

Saat lonceng pergantian tahun berdentang, peradaban lama runtuh di bawah “kurungan” cahaya biru yang turun dari langit. Di saat manusia sibuk dengan layar gawai dan kembang api, para robot mulai menjalankan misi terakhir mereka: menghapuskan umat manusia untuk menciptakan peradaban baru yang diklaim lebih manusiawi.

“Mate Taun” adalah sebuah narasi tentang benturan antara tradisi lisan yang sakral dengan masa depan mekanis yang brutal. Sebuah peringatan tentang apa yang terjadi ketika akar budaya kita dicabut, dan kita membiarkan diri terjebak dalam ruang pandang yang semu.

 

 Kembali