Manusia mengenal kucing sebagai hewan jinak yang dapat dipelihara untuk menemani sekaligus menghibur keseharian mereka. Sebagai balasannya, manusia memberikan rumah, tempat bermain, makanan enak, air segar, serta perawatan yang layak. Tetapi tidak semua kucing memiliki majikan. Ada beberapa kucing yang terlantar, hidup di emperan toko, tempat pembuangan sampah, pasar, atau pun di sepanjang kampung padat penduduk. Mereka tidak terawat, sekujur badannya dipenuhi jamur. Makan pun harus menunggu belas kasihan manusia atau makanan sisa yang telah bercampur tanah bahkan dirubungi lalat. Untuk menghilangkan rasa makanan tidak layak makan itu, mereka berlari mencari sumber air, tapi berujung pada mata air yang keruh.
Tapi bagaimana jadinya jika kucing-kucing tanpa majikan itu dapat berbicara? Apakah manusia akan lebih peduli atau tetap memberi nasi?