Setiap tahun, Luna kembali ke Semeru untuk berziarah, mencari ketenangan yang selalu Dimas rasakan di puncak. Namun, kali ini, perjalanannya berbeda. Ia bertemu dengan Tim, seorang pemandu yang ceria , dan Yayan, sahabat baik Dimas yang selalu ada untuknya. Kehadiran mereka seolah menarik-narik hati Luna, membuatnya dilema.
Mampukah Luna menemukan kedamaian yang ia cari di puncak Mahameru? Atau akankah ia justru menemukan “alunan” baru yang menantang hatinya untuk kembali berlayar? Melalui Alunan Samudera, Febriyanti mengajak kita untuk menyelami setiap ombak, mengenali diri, dan menemukan kembali keindahan dalam setiap perjalanan, bahkan di tengah badai sekalipun. Ini adalah kisah tentang kehilangan, keberanian untuk melepaskan, dan arti menemukan rumah yang baru
