Apa Itu ISBN dan Bagaimana Cara Mendapatkannya untuk Buku Sendiri? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi Apa Itu ISBN dan Bagaimana Cara Mendapatkannya untuk Buku Sendiri. (Freepik)

Dalam Artikel Ini

Penerbitkolofon.com – Pernah nggak sih Kamu bermimpi punya buku sendiri? Mungkin sekarang Kamu sudah menulis naskahnya. Sudah selesai juga dengan proses penyuntingan, desain cover, layout isi, bahkan Kamu sudah siap mencetak dan memasarkan. Tapi tiba-tiba, ada yang nanya, “ISBN-nya mana?”

Nah, di sinilah banyak penulis baru mulai kebingungan. Sebenarnya apa sih ISBN itu? Wajib nggak sih? Gimana cara dapetinnya? Dan kenapa ada yang bilang bisa beli, tapi ada juga yang menyarankan untuk ngurus sendiri?

Sebagai sesama penulis yang pernah melewati semua proses itu, izinkan Saya berbagi pengalaman dan penjelasan. Harapannya, Kamu yang sedang mempersiapkan buku bisa merasa lebih tenang dan percaya diri saat mengurus ISBN sendiri.

Apa itu ISBN?

ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number. Dalam istilah sederhana, ini adalah nomor identitas khusus yang diberikan untuk setiap buku yang diterbitkan secara resmi. Anggap saja seperti nomor KTP, tapi untuk buku. Jadi satu judul buku punya satu nomor ISBN yang unik, tergantung edisi dan formatnya.

Kalau Kamu menerbitkan buku dalam bentuk cetak dan e-book, masing-masing harus punya ISBN sendiri. Bahkan kalau Kamu menerbitkan ulang dengan layout baru atau tambahan bab, itu pun harus pakai ISBN baru.

ISBN terdiri dari 13 digit angka. Misalnya: 978-602-1234-56-7. Setiap angka itu punya arti. Mulai dari kode wilayah, kode penerbit, nomor judul, sampai kode pemeriksaan. Kamu nggak perlu hafal arti tiap angkanya, tapi yang penting, Kamu tahu bahwa ISBN ini adalah standar internasional. Artinya, ketika buku Kamu punya ISBN, buku itu sudah terdaftar dan diakui secara resmi—baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Kenapa ISBN itu Penting?

Mungkin Kamu bertanya, “Kalau saya cuma jual buku di Instagram, emang perlu ISBN?” Jawabannya tergantung tujuan Kamu.

Kalau Kamu hanya ingin mencetak buku buat dibagikan ke teman atau komunitas tanpa rencana masuk toko buku atau perpustakaan, mungkin Kamu bisa melewatkan ISBN. Tapi kalau Kamu ingin:

Buku Kamu bisa masuk ke toko buku besar seperti Gramedia atau Togamas

Bisa dijual di platform digital seperti Google Play Books atau Amazon

Masuk ke katalog perpustakaan nasional dan internasional

Diakui sebagai buku resmi yang sah secara hukum

Maka Kamu wajib banget punya ISBN.

Tanpa ISBN, buku Kamu tidak bisa dimasukkan ke dalam sistem distribusi resmi. Toko buku nggak akan bisa input ke sistem mereka, perpustakaan nggak bisa katalogisasi, dan bahkan orang pun akan kesulitan mencari judul Kamu secara online.

Siapa yang Mengeluarkan ISBN di Indonesia?

Di Indonesia, satu-satunya lembaga resmi yang berwenang mengeluarkan ISBN adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Dulu, Kamu harus datang langsung atau kirim surat, tapi sekarang semua proses sudah dilakukan secara online melalui situs: isbn.perpusnas.go.id.

Yang menarik, pengajuan ISBN lewat Perpusnas ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Tapi dengan catatan: Kamu mengurusnya sendiri, bukan lewat jasa calo atau perantara.

Apakah Penulis Perorangan Bisa Mengajukan ISBN Sendiri?

Jawaban singkatnya: Bisa.

Tapi ada syarat yang harus Kamu penuhi. Perpusnas tidak memberikan ISBN atas nama penulis langsung. Jadi, Kamu harus mendaftar dulu sebagai penerbit. Nah, jangan panik. Ini bukan berarti Kamu harus punya PT atau CV besar.

Kamu bisa mendaftar sebagai penerbit perorangan. Artinya, Kamu mendirikan “penerbit” atas nama pribadi, dengan dokumen legal seperti KTP, NPWP (jika ada), dan surat pernyataan sebagai penerbit. Kalau mau lebih formal, Kamu bisa bikin CV atau PT kecil. Tapi itu pilihan. Banyak penulis indie cukup mengandalkan penerbitan perorangan.

Langkah-Langkah Mengajukan ISBN

Saya akan coba bantu Kamu melewati proses ini langkah demi langkah, dengan bahasa yang gampang dicerna. Karena Saya pun pernah bingung waktu pertama kali ngurus sendiri.

1. Daftar sebagai penerbit

Kamu masuk ke website isbn.perpusnas.go.id, lalu klik “Daftar”. Di sini, Kamu diminta mengisi informasi tentang penerbit. Nama penerbit boleh nama sendiri atau nama yang Kamu buat, seperti “Penerbit Matahari Indie” atau “Ruang Kata Books”.

Kamu harus mengunggah dokumen-dokumen berikut:

KTP

NPWP (opsional, tapi sebaiknya punya)

Surat pernyataan sebagai penerbit (format bisa diunduh dari situs)

Akta pendirian usaha (jika Kamu mendaftar sebagai badan usaha)

Setelah itu, tinggal tunggu verifikasi dari pihak Perpusnas. Biasanya dalam beberapa hari kerja sudah diproses.

2. Ajukan ISBN untuk buku Kamu

Kalau akun Kamu sudah aktif, Kamu bisa langsung login dan ajukan ISBN. Siapkan data berikut:

Judul buku

Nama penulis

Bahasa buku

Jumlah halaman

Ukuran buku

Format buku (cetak atau digital)

Tahun terbit

Genre (fiksi, nonfiksi, dll)

Kamu juga akan diminta mengunggah naskah buku yang sudah rapi dalam format PDF. Ini penting. Pastikan naskah Kamu sudah lengkap dengan:

Cover depan

Halaman judul

Halaman hak cipta

Kata pengantar (jika ada)

Daftar isi

Isi buku

Daftar pustaka (kalau ada)

3. Tunggu verifikasi dan terima nomor ISBN

Kalau semua data Kamu valid dan lengkap, biasanya dalam waktu 1 sampai 3 hari kerja ISBN akan dikirimkan melalui akun Kamu. Kamu juga akan dapat file barcode-nya.

Barcode ini penting banget. Kamu harus mencantumkannya di sampul belakang buku bagian kanan bawah. Tanpa barcode, buku Kamu nggak bisa dipindai oleh sistem toko buku atau distributor.

4. Terbitkan bukumu dalam waktu maksimal 3 bulan

Ada satu hal yang kadang dilupakan. Setelah ISBN keluar, Kamu wajib menerbitkan buku itu dalam waktu maksimal 3 bulan. Kalau tidak, akun Kamu bisa dikenai sanksi. Jadi pastikan semuanya sudah siap sebelum Kamu mengajukan ISBN.

Bagaimana Kalau Saya Mau Terbitkan Versi Cetak dan E-book Sekaligus?

Nah, ini penting banget. Banyak penulis baru mengira satu ISBN bisa dipakai untuk semua versi. Padahal, setiap format butuh ISBN terpisah.

Jadi, misalnya:

Buku cetak versi softcover = 1 ISBN

Buku cetak versi hardcover = 1 ISBN

Versi e-book (PDF/ePub) = 1 ISBN

Versi audiobook = 1 ISBN

Dengan kata lain, ISBN mengikuti format. Jadi kalau Kamu merilis ulang buku yang sama dalam bentuk berbeda, Kamu wajib ajukan ISBN baru.

Apakah Saya Perlu ISBN untuk Buku yang Saya Terbitkan di Wattpad atau Google Docs?

Kalau tujuan Kamu hanya berbagi tulisan tanpa menjual atau mendistribusikan secara resmi, Kamu nggak perlu ISBN. Tapi begitu Kamu menjualnya sebagai buku—baik cetak maupun digital—Kamu wajib punya ISBN.

Bagaimana Kalau Saya Gunakan Jasa Penerbit atau Percetakan?

Beberapa penerbit indie atau percetakan memang menawarkan layanan “ISBN instan”. Tapi hati-hati. Pastikan Kamu tahu:

Siapa yang terdaftar sebagai penerbit di ISBN itu?

Apakah mereka memberikan salinan bukti pengajuan ISBN resmi?

Apakah barcode dan penempatan ISBN sesuai aturan?

Saya pribadi lebih merekomendasikan Kamu mengurus sendiri. Selain lebih hemat, Kamu jadi lebih paham prosesnya dan bisa belajar banyak. Tapi kalau Kamu merasa repot, menggunakan jasa pihak ketiga juga sah-sah saja, asalkan Kamu tahu siapa pemilik ISBN sebenarnya.

Berapa Lama Prosesnya?

Dari pengalaman Saya dan beberapa teman penulis lainnya, proses pengajuan ISBN itu cepat—asal dokumen lengkap. Mulai dari mendaftar akun sampai ISBN dikirim, rata-rata butuh waktu 3–5 hari kerja. Kalau sedang ramai, bisa lebih lama. Tapi asalkan Kamu ikuti alur dan persyaratannya, prosesnya mulus kok.

Apakah ISBN Bisa Dijual?

Jawabannya: tidak boleh. ISBN itu dikeluarkan atas nama penerbit tertentu dan tidak bisa dipindahkan atau diperjualbelikan. Kalau ada pihak yang menawarkan “jual ISBN cepat”, bisa jadi mereka memakai akun penerbit sendiri dan mencantumkan buku Kamu atas nama mereka. Hasilnya, di katalog nasional buku Kamu tidak tercatat atas nama Kamu.

Jadi hati-hati, ya.

Apa Risiko Kalau Buku Tidak Punya ISBN?

Tidak bisa masuk toko buku

Tidak bisa dijual di marketplace tertentu

Tidak diakui sebagai karya resmi

Tidak tercatat di Perpusnas

Tidak bisa digunakan untuk penilaian akademik atau pengajuan hibah

Kalau Kamu serius ingin menjadikan buku sebagai bagian dari portofolio profesional, ISBN ini bukan cuma pelengkap. Dia adalah fondasi legalitas buku Kamu.

Tips dari Saya untuk Kamu

Urus akun penerbit sebelum menyiapkan cetak

Pastikan naskah final sudah siap

Siapkan dokumen pendukung sebelum daftar

Ajukan ISBN paling lambat 2 minggu sebelum cetak

Jangan lupa simpan barcode dan tempelkan di cover belakang.

Bagi Saya pribadi, mendapatkan ISBN pertama kali itu rasanya seperti punya KTP pertama kali. Bangga. Karena artinya buku Kamu diakui, tercatat, dan punya tempat di dunia penerbitan nasional bahkan internasional.