Sinopsis Buku
Umat Islam hari ini hidup di tengah arus zaman yang paradoks: semangat beragama yang menggelora di satu sisi, namun diiringi oleh kedangkalan berpikir serta polarisasi yang kian mengkhawatirkan. Buku terbaru karya Veda D. Najech ini hadir bukan untuk menawarkan kedamaian palsu yang menutupi luka dengan senyuman, melainkan sebuah undangan jujur untuk turun ke dalam kenyataan yang kusut guna menemukan jalan keluar yang komprehensif.
Melalui kumpulan esai yang tajam dan provokatif, penulis membedah berbagai persoalan krusial—mulai dari geopolitik global seperti konflik Iran-Israel dan standar ganda Barat, kritik terhadap sudut pandang parsial serta bias gender kontemporer, hingga kegelisahan dunia pendidikan Islam yang terjebak dalam modernitas semu. Penulis secara tangkas memposisikan khazanah keilmuan klasik—seperti Ilmu Kalam, Mantiq, dan Tasawuf—bukan sekadar sebagai ornamen masa lalu, melainkan sebagai perangkat analisis yang hidup untuk menjawab tantangan zaman.
Buku ini menuntun pembaca menavigasi tiga orbit besar: peradaban yang bergejolak, warisan intelektual (turāś) yang harus dirawat dengan sanad yang sahih, serta suluk keilmuan untuk membersihkan jiwa (takhalli dan tahalli) demi melahirkan manusia paripurna (insan kamil).
Sebuah bacaan wajib bagi para akademisi, santri, aktivis, dan masyarakat umum yang rindu akan kejernihan nalar di tengah kebisingan zaman, serta berani berdiri tegak di hadapan pertanyaan terbuka tanpa kehilangan arah.





