Sinopsis Buku
Dalam dunia filsafat, nama Martin Heidegger sering kali dikaitkan dengan perdebatan besar mengenai apa yang disebutnya sebagai die Kehre—sebuah “pembelokan” radikal dalam orientasi pemikirannya. Dari analisis eksistensial Dasein yang teknis dalam Being and Time, Heidegger bergeser menuju perenungan puitis tentang sejarah Being. Namun, apa sebenarnya makna dari pembelokan ini, dan mengapa ia menjadi krusial untuk dipahami?
Buku Die Kehre: Pembelokan Pemikiran Martin Heidegger karya Fatimah Fraya hadir untuk menuntun pembaca menelusuri lorong-lorong intelektual Heidegger yang kompleks. Dengan pengantar yang tajam dari Dr. Albertus Harsawibawa, buku ini tidak hanya membedah perubahan gaya penulisan Heidegger—dari yang semula teknis fenomenologis menjadi lebih meditatif—tetapi juga mengupas keterkaitan peristiwa hidup, sejarah, dan hakikat bahasa dalam membentuk pemikiran sang filsuf.
Ditulis dengan pendekatan yang jernih, buku ini mengajak Anda menyingkap tabir keterlupaan akan Being dan memahami bagaimana “pembelokan” ini bukan sekadar pergantian arah, melainkan sebuah perjalanan menuju Lichtung—ruang terbuka di mana kebenaran tersingkap. Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin menyelami kedalaman filsafat Heidegger, baik Anda seorang pemula maupun peminat filsafat yang ingin meninjau kembali pemikiran sang filsuf besar secara lebih utuh.





