Sinopsis Buku
Hidup adalah bentuk tertinggi dari meninggalkan.
Aku adalah perempuan biasa, dibesarkan oleh konstruksi yang memaksa dan akar pemberontakan yang perlahan membatu. Di dunia yang gemar menghakimi, aku memilih bersembunyi dalam kegelapan—dalam rasa sakit, dalam seni, dan dalam keheningan yang mencekam. Bagi dunia, mungkin aku tidak berarti, namun dalam kata-kata yang kutanamkan napas, aku hidup seutuhnya.
Dalam WAJAH-WAJAH KEMATIAN: dan Kepergian yang Tertunda, aku mengundangmu memasuki labirin jiwa yang retak. Kita akan menelusuri lorong-lorong sunyi di mana sosok di balik cermin mulai memberontak, di mana ular-ular keluar dari kanvas untuk menagih janji atas ketakutan, dan di mana setiap langkah kereta adalah perjalanan menuju jurang yang tak berujung.
Naskah ini adalah obituari bagi eksistensi yang mencoba bertahan di tengah dunia yang absurd dan apatis. Sebuah ode bagi mereka yang lelah berlari, yang mencari Ibu dalam hening, dan yang berani menatap kekosongan di lantai sembilan belas.
Jika kau merasa asing di dalam tubuhmu sendiri atau jika kau pernah mendapati dirimu tenggelam dalam pertanyaan tanpa jawaban, bacalah ini. Temukan dirimu di antara cermin yang pecah dan mawar-mawar yang layu. Sebab, di sini, aku tidak lagi lari. Aku tinggal, untuk menemanimu dalam sunyi.





