Menjaga Warisan dari Ujung Jemari: Studi Budaya Lintingan Tembakau Temanggung

Penulis : Mudrik Haikal, Abhisam DM, Ardhi Syihab, Khoirul Atfifudin
Penerbit : Kolofon
Halaman : 67
Dimensi : 13 X19 CM

Sinopsis Buku

Kalau kita bicara Temanggung, orang pasti langsung ingat tembakau. Aroma khasnya. Lereng-lereng gunungnya. Petaninya. Tapi sesungguhnya, yang paling penting bukan hanya tembakaunya. Yang paling penting adalah manusianya. Orang-orang yang hidup bersama tembakau sejak lama. Orang-orang yang memahami musim dari arah angin. Orang-orang yang tahu kualitas daun hanya dari warna dan aromanya. Orang-orang yang mungkin tidak pernah menulis teori, tapi pengetahuannya diwariskan turun-temurun dan hidup sampai hari ini.
Di situlah saya melihat pentingnya buku ini.
Buku ini tidak sedang membicarakan lintingan hanya sebagai benda kecil yang digulung dari rajangan tembakau dan kertas. Buku ini sedang bercerita tentang kebudayaan rakyat. Tentang pengetahuan lokal yang hidup. Tentang identitas masyarakat pegunungan yang tumbuh bersama alamnya sendiri.

Sebab tembakau di Temanggung bukan hanya soal komoditas. Ia sudah menjadi identitas sosial dan budaya masyarakatnya. Maka ketika budaya itu dijaga, sesungguhnya yang sedang dijaga adalah martabat rakyatnya sendiri.
Buku ini menjadi penting karena ia merekam suara-suara yang sering tidak terdengar. Suara petani. Suara pelinting tradisional. Suara warung-warung kecil. Suara masyarakat desa yang selama ini menjaga tradisi dengan cara sederhana, tanpa banyak panggung dan sorotan.