Sinopsis Buku
Buku ini bukan sekadar catatan tentang adiksi, melainkan sebuah gugatan terhadap sistem yang lebih memilih menghukum daripada menyembuhkan. Dari dinginnya lantai klinik aborsi hingga jeruji pusat rehabilitasi yang seringkali hanyalah “penjara yang dicat putih,” kita diajak menelusuri jejak hidup seorang penyintas yang dipaksa dewasa oleh rasa sakit.
Melalui narasi yang provokatif dan analitis, buku ini menelanjangi kemunafikan masyarakat yang menjadikan pecandu sebagai tempat sampah moral. Saat negara terjebak dalam birokrasi kaku dan stigma yang mematikan, muncul sebuah pertanyaan besar yang menodong wajah kita semua: Jika rehabilitasi gagal menyentuh akar trauma, apakah manusianya yang rusak, ataukah sistem dan masyarakat kita yang sebenarnya sedang sakit?





