Sinopsis Buku
Kita hidup dalam paradoks. Belum pernah dalam sejarah manusia memiliki akses informasi sedemikian melimpah, namun belum pernah pula kebingungan kolektif begitu masif. Media sosial menjanjikan demokratisasi suara, tetapi yang terjadi justru balkanisasi opini. Ruang publik yang dahulu menjadi tempat bertemunya nalar kini tercerai-berai menjadi bilik-bilik gema yang saling berteriak tanpa mendengar. Di tengah hiruk-pikuk ini, data terus mengalir, dikumpulkan, diperdagangkan, dan dimanfaatkan oleh mereka yang memahami kekuatannya. Sementara sebagian besar dari kita bahkan tidak menyadari jejak digital yang kita tinggalkan.
Buku ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi demikian. Dari keprihatinan melihat bagaimana transformasi teknologi komunikasi yang mestinya membebaskan justru menciptakan bentuk-bentuk penundukan baru yang lebih halus namun tidak kalah mengikat. Tajuknya, _Dari Ruang Publik ke Kandang Algoritma: Konsensus, Kepercayaan, dan Kuasa Data_, ini jadi semacam diagnosis atas kondisi aktual yang kita hadapi: perpindahan dari ruang deliberasi yang terbuka menuju sistem tertutup yang dikuasai logika komputasional.





