Sinopsis Buku
Tahun 2047. Di sebuah negeri yang tampak damai, stabilitas adalah segalanya. Namun, kedamaian ini dibangun di atas fondasi yang rapuh: ingatan yang telah dimanipulasi. Tragedi masa lalu bukan lagi sejarah yang jujur, melainkan narasi yang dikikis dan disisir rapi agar tak ada lagi hati yang terguncang atau amarah yang tersulut.
Mengingat adalah pengkhianatan. Melupakan adalah kewajiban.
Argani Gautama tidak pernah menyangka bahwa kunjungannya ke sebuah desa terpencil akan meruntuhkan realitasnya. Di sana, ia menemukan orang-orang yang menolak patuh—mereka yang masih menyimpan serpihan kebenaran yang seharusnya sudah musnah.
Terjebak dalam labirin konspirasi, Argani terseret jauh ke dalam rahasia gelap tentang bagaimana sebuah bangsa dipaksa melupakan jati dirinya sendiri. Di balik tembok-tembok birokrasi yang dingin, selalu ada harga berdarah yang harus dibayar oleh mereka yang berani menolak lupa.
Ketika kebenaran terkunci rapat dalam arsip yang terlarang, apakah satu orang cukup untuk membongkar kebohongan sebuah negara?





