No Image Available

Bayang-bayang di Lembah Kampung Cadumunmikir

 Penulis: Iqah Ludba Nairhaf  Kategori: Novel  Halaman: 198  Tag: Bayang-bayang di Lembah Kampung Cadumunmikir | Iqah Ludba Nairhaf More Details
 Deskripsi:

Di sebuah lembah hijau yang tampak tenang di Jawa Barat, hidup tiga pemuda—Nusa, Ali, dan Mali—yang terjebak dalam labirin eksistensi. Nusa, seorang mahasiswa yang sedang libur, menghabiskan hari-harinya di kamar yang ia sebut “goa”, merenungi tumpukan buku berdebu dan memandangi langit-langit kamar agar tidak bermimpi terlalu tinggi. Baginya, dunia adalah tempat horor yang penuh kejanggalan, di mana setiap napas terasa seperti kesia-siaan yang menyesakkan.

Bersama Ali yang religius namun santai, dan Mali yang ceroboh tetapi penuh ide liar, ketiganya membunuh waktu dengan kopi saset, rokok hasil berutang, dan debat filosofis yang tak berujung. Namun, di balik tawa dan kelakar getir mereka, tersimpan luka yang serupa: kehilangan sosok orang tua, kehancuran keluarga, hingga trauma masa lalu yang membuat mereka merasa hanya memiliki “separuh” hidup.

Ketenangan lembah mereka terusik ketika desas-desus alih fungsi hutan lindung mencuat. Alam yang selama ini menjadi sumber air dan napas bagi mereka kini terancam oleh tangan-tangan serakah yang bersembunyi di balik dalih pemberdayaan. Di tengah krisis ini, mereka juga harus menghadapi sosok misterius yang dijuluki “Si Badut”—seorang pria aneh yang berteriak-teriak di alun-alun tentang bongkahan berlian di dalam kepalanya.

“Bayang-bayang di Lembah Kampung Cadumunmikir” adalah potret jujur tentang generasi yang terasing, sebuah pengembaraan mencari makna di tengah absurditas hidup. Apakah mereka akan tetap menjadi penonton yang memaki dunia dari kejauhan, ataukah mereka akan bangkit menjaga tanah yang telah membesarkan mereka? Sebuah kisah tentang persahabatan, perlawanan, dan pencarian Tuhan di sela-sela kepulan asap rokok dan pahitnya kopi hitam.

 Kembali