Buku Lesung Semringah: Apakah Smiling Depression? lahir dari perjalanan batin yang panjang dan penuh luka. Priy Ant menulis buku ini sebagai bentuk penghormatan dan pelipur duka atas kepergian sahabat dekatnya yang mengakhiri hidup pada tahun 2015. Kejadian itu menjadi titik balik dalam hidupnya—menyisakan tanda tanya besar tentang apa yang sebenarnya dirasakan seseorang di balik senyum yang tampak bahagia.
“Butuh waktu sepuluh tahun bagiku untuk berdamai dengan kehilangan itu,” ujar Priy Ant. “Aku ingin menulis kisahnya, dan juga kisahku, agar orang lain tidak merasa sendirian.”
Lesung Semringah tidak hanya merekam duka, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang fenomena smiling depression—kondisi ketika seseorang menutupi rasa sakit dan kesedihannya dengan tawa dan keceriaan palsu. Lewat kisah personal, catatan reflektif, dan narasi empatik, buku ini berupaya membuka percakapan yang sering dihindari: tentang kesehatan mental, tentang keberanian untuk meminta bantuan, dan tentang kasih yang bisa menyelamatkan hidup seseorang.
Buku ini menjadi bentuk cinta yang diubah menjadi kesadaran—bahwa senyum tak selalu berarti bahagia, dan setiap jiwa berhak untuk didengar.